Sabtu, 07 November 2009

IKHLAS

Semua amal yang diperbuat manusia baik itu shalat, Zakat munggah haji juga termasuk puasa tidak akan diterima oleh Allah kecuali kalau mencukupi dua syarat : Pertama, harus sesuai dengan ketentuan syariat dan kedua, harus ikhlas karena Allah semata.


Fadhil bin Iyadh berkata. “ Setiap amal yang diterima Allah, adalah amal yang dilaksanakan berdasarkan kebenaran dan keikhlasan, yang dimaksud amal yang benar adalah amal yang sesuai dengan syariat (aturan,ketentuan atau uud/tata cara) sedangkan yang dimaksud amal yang ikhlas, adalah amal yang ditujukan kepada Allah semata. Lillaahitta’alla”


Apabila suatu perbuatan dilakukan sesuai dengan syariat, akan tetapi tidak dilakukan dengan ikhlas, maka amal perbuatan tersebut niscaya akan ditolak, Demikian  pula jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak sesuai dengan ketentuan syariat, maka amalnya tersebut akan ditolak pula.


Anjuran ikhlas dalam Alqur’an disebutkan melalui firman Allah yang berbunyi:


------ Wa maa umiruu illaa li ya’budullaaha mukhlisiina lahud-din ------
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus.”
(Q.S.Al-Bayyinah:5).


Sedangkan riwayat Al-Hakim dari Muadz bin Jabal, “Sesungguhnya ia pernah meminta wasiat kepada Rasulullah ketika hendak pergi ke Yaman. Maka Rasulullah  bersabda : “ Laksanakan dien-mu (islam) dengan ikhlas, maka cukup bagimu amal yang sedikit.”


Dalam ayat lain Allah juga berfirman.
” Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam ibadatnya,” (Q.S. Al-Kahfi:110).


Ibadah atau Puasa yang dilakukan tanpa keikhlasan, akan menyebabkan seseorang tidak bisa menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat. Ia berpuasa, tetapi masih senang mengumpat, mencaci atau pun berbohong. Memang dalam tinjauan fikih, perbuatan maksiat tidak akan membatalkan puasa. Hanya saja, tentu puasa yang seperti ini tidak akan mendapat pahala yang besar seperti apa yang dijanjiakan Allah.


Rosulullah bersabda.
” Berapa banyak orang yang melakukan puasa tapi tidak memperoleh apa pun kecuali lapar dan haus, dan berapa banyak orang yang beribadah siang dan malam tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa kantuk.” (HR. Ad-Darimi).


Dan apabila Puasa dilakukan dengan penuh keikhlasa maka kita akan kembali fitri/bersih dari segala dosa, dalam Hds yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.          Rosulullah bersabda “ Barang siapa yang berpuasa dengan penuh rasa iman dan hanya karena Allah, maka dia akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu”             
Untuk itu di bulan yang penuh bartokah dan ampunan ini mari kita meningkatkan ibadah kita kepada Alloh SWT dengan penuh keikhlasan, segala ritualitas, aktifitas ibadah kita hanya karena Allah, lillahitta’ala, mudah-mudahan segala amal ibadah kita di terima dan mendapat pahala dari Allah SWT, Amin yaa rabbal alamin.


cepsasdika.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar