Sabtu, 07 November 2009

KEAGUNGAN BULAN RAMADHAN

Ramadhan adalah bulan suci bagi umat islam, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad pada bulan Ramadhan, sehingga Ramadhan menjadi bulan yang sangat istimewa dibanding bulan-bulan lainnya, bahkan kitab-kitab sebelum Al-Qur’an seperti kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s, kitab Zabur kepada Nabi Daud, dan kitab Injil kepada Nabi Isa, itu semua terjadi pada bulan Ramadhan, bahkan pada bulan Ramadhan pula kaum muslimin memenangkan peperangan, seperti kemenangan pasukan islam pada perang Badar, Perang mut’ah, kemenangan merebut kota Mekah, begitu juga perjanjian hudaibiyah, itu semua terjadi pada bulan Ramadhan, dan masih banyak peristiwa penting yang terjadi di Bulan Ramadhan, bahkan hari yang di kramatkan bangsa kita yaitu hari Proklamasi Indonesia yang dibacakan pada Tgl.17 Agustus 1945 itu, terjadi pada hari Jum’at di bulan Ramadhan, Juga pada bulan Ramadhan ini, terdapat suatu malam yang nilainya sangat tinggi dibanding bulan-bulan lainnya, yaitu malam Lailatur Qodar, malam yang penuh ampunan, malam diturunkannya ayat pertama Al-Qur’an kepada jungjunan kita Nabi Muhammad SWA, sekaligus malam pelantikan beliau selaku pengemban Risalah Allah, berupa tugas menyampaikan  misi islam kepada seluruh alam.


Karena begitu istimewanya, Allah mewajibkan berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan : ” Yaa ayyuhalladiina ‘amanuu : Wahai orang-orang yang beriman. kutiba’alaikumussiam : Telah diwajibkan atas kalian berpuasa, kamaa kutiba ‘alalladina : Sebagaimana telah diwajibkan, min kablikum : Atas orang-orang sebelum kalian, la’allakum tattakuun : Agar kalian bertaqwa“ ( Al-Baqarah :183)   bahkan setiap menjelang Ramadhan, Rasulullah SAW juga selalu mengingatkan agar mempersiapkan diri menyambut bulan suci ini, terutama persiapan ruhiyah agar kita mendapat kemenangan, dan setiap menjelang Ramadhan Rasulullah juga selalu mengumpulkan para sahabatnya dan memberikan Khutbah mengenai ke istimewaan dan kemuliaan bulan Ramadhan ini, yang penuh dengan barokah, ke muliaan, kebaikan dan ampunan serta penghargaan dari Allah SWT. Dalam khutbahnya yang disampaikan Rasulullah kepada para sahabat dan kaum muslimin, Rasulullah menyerukan:


“Wahai segala manusia, telah dinaungi kamu oleh bulan yang mulia, yang penuh berkah, dalam bulan tersebut dijumpai satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, Allah mewajibkan puasa pada bulan itu dan beribadah pada malam harinya dan  barang siapa yang menunaikan  suatu fardu pada bulan Ramadhan itu, sama nilainya dengan menunaikan 70 kali fardu pada bulan-bulan lainnya”


Bulan Ramadhan adalah salah satu sarana yang Allah berikan kepada kita untuk memperoleh ampunan-nya, banyak sekali yang Allah berikan kepada hambanya melalui Ramadhan ini, bahkan kata Nabi dalam hadist nya yang di riwayatkan Tabrani :


“ Apabila umat ini tahu apa yang ada dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan hal itu selama satu tahun penuh”


Betapa agungnya Ramadhan yang mempunyai satu malam yang diselimuti keberkahan, malam Lailatur Qodar, malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan, Sabda Nabi :


Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatur Qodar, niscaya akan diampuni segala dosa-dosanya yang sudah lewat    (HR. Bukhari Muslim).


Dan firman Allah dalam Al-Qur’an Lailatul-qodri khairum min alfi syahr” Malam Lailatur Qodar memiliki nilai kebaikan lebih dari 1000 bulan  atau kalau kita hitung kurang lebih 83,5 tahun, yang berarti melakukan ibadah pada malam itu lebih besar pahalanya dan lebih utama dari pada beribadah 83,5 tahun,  betapa agung dan hebatnya malam Lailatur Qodar yang tidak dijumpai di bulan apapun, kecuali pada bulan Ramadhan, beribu-ribu malaikat turun dengan iringan do’a-do’anya, memohon ampunan untuk manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT ”Tanazzalul-malaaikatu warruuhu fiha bi izni rabbihim min kulli amr” malam itu penuh kesejahteraan, sampai terbit fajar “ Salaamun hiya hattaa matla’il fajr”


Banyak sekali hadits yang menerangkan bahwa kaum muslimin hendaklah mencari  Lailatur Qodar diantara tanggal ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, atau tujuh malam terakhir di bulan bulan, akan tetapi hendaknya kita tidak terlalu mempersolankan kapan Lailatur Qodar itu didatangkan, yang terpenting adalah kita menjemput kedatangannya pada setiap malam, dan mempersiapkan diri dari di mulainya kita berpuasa, mudah-mudahan Allah SWT memberi kesempatan kepada kita untuk menikmati dan melampaui malam Lailatur Qodar,  untuk itu marilah kita tingkatkan amal ibadah kita di bulan yang penuh rahmat dan barokah ini, dengan penuh keikhlasan, segala ritualitas dan aktifitas ibadah kita hanya karena Allah, lillahitta’ala, kita realisasikan janji kita kepada Allah, yang mana selalu kita ucapkan setiap salat “ Inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaati lillaahi robbil ‘alamiin”  ……..………………… sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam …… mudah-mudahan segala amal ibadah kita selama ini diterima dan mendapat pahala dari Allah SWT … Amin yaa rabbal alamin, Wabillahitaufiq’walhidayyah.



cepsasdika.blogspot.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar